“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).
Al-Qur’an/Alquran Perkata Tajwid Warna; Terjemah Standar Kemenag RI & Transliterasi Latin Bertajwid Warna.
3 in 1, Memudahkan membaca secara tartil dengan kode warna tajwid, Memahami makna ayat langsung perkata, dan plus transliterasi latin bertajwid warna. Dilengkapi dengan munasabah ayat.
Sistem Kode Tajwid Warna Al-Qur’an Perkata mengikuti standar Kemenag RI yaitu:
Hukum bacaan huruf (ahkam al-huruf):
Merah; idgam bigunnah, idgam mutamasilain, idgam mutajanisain, idgam mutaqaribain. | Merah Muda: idgam bila gunnah, idgam mimi, dan gunnah.
Biru Muda; iqlab. | Hijau; ikhfa’ dan ikhfa’ syafawi. | Biru; Qalqalah.
Hukum bacaan panjang (ahkam al-madd):
Merah; Madd lazim dan madd Farq. | Biru Muda; madd wajib muttasil. | Hijau; Madd ja’iz munfasil, madd silah Thawilah.
Tanda waqaf (‘alamah al-waqf):
Merah; waqaf lazim dan al-waqfu aula. | Biru; waqaf mu‘anaqah dan waqaf ja’iz. | Hijau; al-waslu aula dan la waqfa fih.
Abu-Abu; Untuk huruf yang tidak dilafalkan.
"Dan bacalah al-Qur’an itu dengan tartil". (Al-Muzammil: 4)
Berikut beberapa keterangan sahabat tentang makna tartil,
Ibnu Abbas mengataan, “Dibaca dengan jelas setiap hurufnya.”
Ali bin Abi Thalib menjelaskan makna tartil dalam ayat, ”Mentajwidkan huruf-hurufnya dengan mengetahui tempat-tempat berhentinya”. (Syarh Mandhumah Al-Jazariyah, hlm. 13)
Abu Ishaq mengatakan, “Membaca dengan jelas tidak mungkin bisa dilakukan jika membacanya terburu-buru. Membaca dengan jelas hanya bisa dilakukan jika dia menyebut semua huruf, dan memenuhi cara pembacaan huruf dengan benar.” (Lisan al-Arab, 11/265).
Inti tartil dalam membaca adalah membacanya pelan-pelan, jelas setiap hurufnya, tanpa berlebihan. (Kitab al-Adab, as-Syalhub, hlm. 12)