Penyakit: Leptospirosis, Tekanan darah tinggi, Rabies, Wabah, Pirai, Endometriosis, Penyakit autoimun kulit, Abortus pada sapi, Penyakit Lyme (Indonesian Edition)
📄 Viewing lite version
Full site ›
Book Details
Author(s)Sumber: Wikipedia
PublisherBooks LLC, Wiki Series
ISBN / ASIN1233912488
ISBN-139781233912483
AvailabilityUsually ships in 24 hours
MarketplaceUnited States 🇺🇸
Description ▲
Sumber: Wikipedia. Halaman: 40. Bab: Leptospirosis, Tekanan darah tinggi, Rabies, Wabah, Pirai, Endometriosis, Penyakit autoimun kulit, Abortus pada sapi, Penyakit Lyme, Flu Spanyol, Zoonosis, Apnea tidur, Retensi plasenta, Parvovirus, Distokia pada sapi, Cacar air, Penyakit saluran kencing bagian bawah pada kucing, Ankilosing spodilitis, Piometra, Sistiserkosis, Priapisme, Mola hidatidosa, Bruccelosis, Kanker ovarium, Vaginitis, Penyakit kejiwaan, Penyakit langka, Ebola, Filariasis, Pes, Penyakit Addison, Seriawan, Pemfigus, Infeksi nosokomial, Meningokokus, Histoplasmosis, Taeniasis, Beguk, Herpes simpleks, Hog cholera, Paranoid, Retardasi mental, Pneumothoraks, Kista, TORCH, Leishmaniasis, Gagal ginjal akut, Penyakit kelamin, Flu Tulang, Masuk angin, Rabun senja, Eritema infektiosum, Siklosporiasis, Penyakit metabolik, Penyakit degeneratif, Tzaraath, Penisiliosis. Kutipan: Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira sp. yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya (zoonosis). Leptospirosis dikenal juga dengan nama Penyakit Weil, Demam Icterohemorrhage, Penyakit Swineherd's, Demam pesawah (Ricefield fever), Demam Pemotong tebu (Cane-cutter fever), Demam Lumpur, Jaundis berdarah, Penyakit Stuttgart, Demam Canicola , penyakit kuning non-virus, penyakit air merah pada anak sapi, dan tifus anjing Infeksi dalam bentuk subakut tidak begitu memperlihatkan gejala klinis, sedangkan pada infeksi akut ditandai dengan gejala sepsis, radang ginjal interstisial, anemia hemolitik, radang hati dan keguguran. . Leptospirosis pada hewan biasanya subklinis . Dalam keadaan ini, penderita tidak menunjukkan gejala klinis penyakit . Leptospira bertahan dalam waktu yang lama di dalam ginjal hewan sehingga bakteri akan banyak dikeluarkan hewan lewat air kencingnya . Leptospirosis pada hewan dapat terjadi berbulan-bulan sedangkan pada manusia hanya bertahan selama 60 hari. Manusia merupakan induk semang terakhir sehingga penularan antarmanusia jarang terjadi....