Search Books

Laki-laki dari Tidore (Indonesian Edition)

Author Alberthiene Endah
Publisher Gramedia Pustaka Utama
📄 Viewing lite version Full site ›
🌎 Shop on Amazon — choose country
9.50 USD
🛒 Buy New on Amazon 🇺🇸

✓ Usually ships in 24 hours

Share:
Book Details
ISBN / ASIN6020312437
ISBN-139786020312439
AvailabilityUsually ships in 24 hours
Sales Rank99,999,999
MarketplaceUnited States 🇺🇸

Description

Sinopsis: Keterbatasan mengitari kehidupan Ahmad Mahifa sejak kecil. Tumbuh di dusun di lereng Gunung Tidore, di Desa Goto, Gurabunga, ia melewatkan kehidupan yang begitu jauh dari jangkauan modernitas, bahkan terbelakang. Alam dan doa menjadi penguat hidup masyarakat di dusunnya. Ritual tradisional menjadi penopang bagi banyak urusan keseharian di sana. Mereka mengatasi sendiri segala permasalahan dan kebutuhan hidup dengan segala yang disajikan alam. Dan di atas semua itu, yang menyedihkan, anak-anak dari Gurabunga di tahun 50-an dianggap tak memiliki harapan berarti untuk bisa melintasi nasib melebihi apa yang lazim dicapai laki-laki desa itu. Usai lulus sekolah, mereka akan kembali ke kebunkebun cengkih, pala, dan lada. Menghabiskan energi di sana dan kembali sebagai lakilaki sukses versi dusun itu. Ahmad memiliki cita-cita besar. Ia ingin seperti anak-anak muda di pesisir, yang hidup di kota. Mereka bisa memimpin daerah, mampu membuat keputusan yang penting untuk mensejahterakan masyarakat. Mereka berdaya dan dianggap memiliki daya. Ahmad kemudian berjuang menebas apa yang dianggap tak mungkin bagi anak-anak muda di dusunnya. Setelah menempuh pendidikan dalam situasi sulit dan melalui perjalanan berliku, akhirnya ia mampu menjadi pemimpin di Tidore. Menjadi walikota sejak 2005-2010. Dan terpilih lagi, 2010-2015. Novel kisah nyata ini tak hanya mengisahkan perjalanan hidup yang luar biasa dari seorang anak dusun, tapi juga mengungkap jiwa Tidore secara luas. Betapa daerah yang sungguh jaya di masa lalu dan menjadi magnet bagi kedatangan bangsa-bangsa asing kemudian beranjak redup saat kemerdekaan Indonesia tergenggam. Perjuangan Ahmad mengangkat dirinya mewakili perjuangan Tidore untuk bisa terangkat lagi dari ketersingkiran sejarah. Semangat pantang menyerah tersirat dari novel ini. Pesan penting yang ingin disampaikan: Hidup bukan tentang apa yang terjadi atau tersaji, tapi bagaimana kita menyikapinya.