Militer: Meriam, Komponen cadangan, Sejarah tank, Penembak runduk, Logistik militer, Angkatan bersenjata, Pertahanan negara, Penembak jitu (Indonesian Edition)
Book Details
Author(s)Sumber: Wikipedia
PublisherBooks LLC, Wiki Series
ISBN / ASIN1233910124
ISBN-139781233910120
AvailabilityUsually ships in 24 hours
MarketplaceUnited States 🇺🇸
Description
Sumber: Wikipedia. Halaman: 32. Bab: Meriam, Komponen cadangan, Sejarah tank, Penembak runduk, Logistik militer, Angkatan bersenjata, Pertahanan negara, Penembak jitu, Agen ganda, Tentara bayaran, Swa Bhuwana Paksa, Ancaman militer, Pemanah berkuda, Kapal selam kelas Kilo, Faksi Pasukan Merah, Kerjasama Sipil Militer, Veteran, Atase militer, Gerilya, Milisi, Bashi-bazouk, Wajib militer, Operasi Manta, Pertempuran maritim, Paramiliter, Bidikan besi, Tahanan perang, Polisi militer, Alat bidik, Gurkha, Brigade Serba Guna 357, Penghormatan 21 meriam, Zeni, Reflex sight, Superioritas udara, Bidikan teleskopik, Bunker, Bidikan laser, Chasseurs alpins, Kurokote, Kendaraan militer, Purnawirawan. Kutipan: Meriam atau kanon (atau "Lela" dalam Bahasa Melayu) adalah sejenis artileri, yang umumnya berukuran besar dan berbentuk tabung, yang menggunakan bubuk mesiu atau bahan pendorong lainnya untuk menembakkan proyektil. Meriam memiliki bermacam-macam ukuran kaliber, jangkauan, sudut tembak, dan daya tembak. Lebih dari satu jenis meriam umumnya digunakan dalam medan pertempuran. Meriam pertama kali digunakan di Tiongkok, sebagai artileri mesiu paling tua, yang menggantikan persenjataan seperti mesin serbu. Meriam genggam pertama kali muncul pada pertempuran Ain Jalut, antara Mesir dengan Mongol di Timur Tengah. Penggunaan pertama meriam di Eropa diperkirakan terjadi di Iberia, pada saat Reconquista antara Kristen dengan Islam pada abad ke-13. Di Inggris, meriam pertama kali digunakan dalam Perang Seratus Tahun, pada pertempuran Crecy tahun 1346. Pada Abad Pertengahan inilah meriam menjadi senjata standar perang, yang efektif terhadap infanteri dan bangunan. Setelah masa Abad Pertengahan, meriam-meriam berukuran besar mulai ditinggalkan, digantikan dengan meriam ringan yang lebih banyak dan mudah digerakkan. Selain itu, teknologi dan taktik-taktik baru juga dikembangkan, dan membuat benteng-benteng pertahanan menjadi tidak berguna. Akibatnya, dikembangkan juga teknologi benten...










