Penyakit: Leptospirosis, Tekanan darah tinggi, Rabies, Wabah, Pirai, Endometriosis, Penyakit autoimun kulit, Abortus pada sapi, Penyakit Lyme (Indonesian Edition) Buy on Amazon
Facebook LinkedIn

Penyakit: Leptospirosis, Tekanan darah tinggi, Rabies, Wabah, Pirai, Endometriosis, Penyakit autoimun kulit, Abortus pada sapi, Penyakit Lyme (Indonesian Edition)

10.17 14.14 -28% USD

Usually ships in 24 hours

Book Details
Author(s) Sumber: Wikipedia
ISBN / ASIN 1233912488
ISBN-13 9781233912483
Availability Usually ships in 24 hours
Marketplace United States 🇺🇸
Ratings & Reviews No reviews yet — be the first!

No reviews yet.

Description
Sumber: Wikipedia. Halaman: 40. Bab: Leptospirosis, Tekanan darah tinggi, Rabies, Wabah, Pirai, Endometriosis, Penyakit autoimun kulit, Abortus pada sapi, Penyakit Lyme, Flu Spanyol, Zoonosis, Apnea tidur, Retensi plasenta, Parvovirus, Distokia pada sapi, Cacar air, Penyakit saluran kencing bagian bawah pada kucing, Ankilosing spodilitis, Piometra, Sistiserkosis, Priapisme, Mola hidatidosa, Bruccelosis, Kanker ovarium, Vaginitis, Penyakit kejiwaan, Penyakit langka, Ebola, Filariasis, Pes, Penyakit Addison, Seriawan, Pemfigus, Infeksi nosokomial, Meningokokus, Histoplasmosis, Taeniasis, Beguk, Herpes simpleks, Hog cholera, Paranoid, Retardasi mental, Pneumothoraks, Kista, TORCH, Leishmaniasis, Gagal ginjal akut, Penyakit kelamin, Flu Tulang, Masuk angin, Rabun senja, Eritema infektiosum, Siklosporiasis, Penyakit metabolik, Penyakit degeneratif, Tzaraath, Penisiliosis. Kutipan: Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira sp. yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya (zoonosis). Leptospirosis dikenal juga dengan nama Penyakit Weil, Demam Icterohemorrhage, Penyakit Swineherd's, Demam pesawah (Ricefield fever), Demam Pemotong tebu (Cane-cutter fever), Demam Lumpur, Jaundis berdarah, Penyakit Stuttgart, Demam Canicola , penyakit kuning non-virus, penyakit air merah pada anak sapi, dan tifus anjing Infeksi dalam bentuk subakut tidak begitu memperlihatkan gejala klinis, sedangkan pada infeksi akut ditandai dengan gejala sepsis, radang ginjal interstisial, anemia hemolitik, radang hati dan keguguran. . Leptospirosis pada hewan biasanya subklinis . Dalam keadaan ini, penderita tidak menunjukkan gejala klinis penyakit . Leptospira bertahan dalam waktu yang lama di dalam ginjal hewan sehingga bakteri akan banyak dikeluarkan hewan lewat air kencingnya . Leptospirosis pada hewan dapat terjadi berbulan-bulan sedangkan pada manusia hanya bertahan selama 60 hari. Manusia merupakan induk semang terakhir sehingga penularan antarmanusia jarang terjadi....
Donate to EbookNetworking
No Prev
No Next