Sedekah Tubuh: Buku Puisi (Indonesian Edition)
Description
"Kelak, kau akan paham/ betapa panjang waktu,/ betapa dalam luka,/ sembunyi di ranting-ranting hujan,/ terbaring di dahan dan rumput belukar.// Jalanmu jualah,/ kian rutin menabur dendam ...." (Petikan sajak "Epilog", hlm. 18) “Dengan tubuhlah, saya bisa mengerti untuk apa hidup ini, untuk apa karya demi karya lahir, untuk apa manusia disebut manusia dan harus diperlakukan sebagai manusiaâ€. (Meitha KH) Buku puisi "Sedekah Tubuh" memuat puisi-puisi Meitha KH, seorang penyair kelahiran Bandung, Jawa Barat, Indonesia, dan merupakan kumpulan puisi tunggal kedua yang diterbitkannya setelah "Mesin Waktu".
